Cara Mengatasi Masalah Komunikasi

MENGATASI MASALAH KOMUNIKASI &KONFLIK ORGANISASI
berkomunikasi dalam organisasi. paparan berikut ini membahas secara teknis bagaimana menciptakan iklim komunikasi yang kondusif di dalam organisasi.


•    pertama, pimpinan organisasi mesti menciptakan kedekatan hubungan dengan orang-orang yang dipimpinnya. kedekatan ini akan menimbulkan kepercayaan. dan kepercayaan berlanjut pada komunikasi yang baik. semestinya ini tidak perlu, karena siapapun atasan atau bawahan kita dalam organisasi semestinya kita percaya dan komunikatif dengan sendirinya. masalahnya adalah, di Indonesia, terutama untuk organisasi yang sangat berbasis kekeluargaan/pertemanan, segala hal diawali dengan “kedekatan personal”.
•    kedua, jangan terlalu serius bekerja dalam organisasi. manusia perlu rehat, baik secara fisik maupun secara batin. dan untuk itulah adanya kegiatan refreshing dalam berorganisasi. kalau di perusahaan, biasanya refreshing ini berupa jalan-jalan berwisata ke luar kota. kalau untuk organisasi kecil, bolehlah diselenggarakan pesta ulang tahun kecil-kecilan atau makan malam bersama setelah pulang kerja. justru dengan adanya refreshing seperti ini, canda tawa bisa mengalir mengisi obrolan-obrolan tidak penting.
•    ketiga, bentuk media yang tepat untuk saling bersuara, dari hati ke hati. entah dalam curhat session satu-dengan-satu-orang, atau dengan forum bersama di mana semua pihak/bidang/bagian dapat meluangkan isi hatinya. baik mengenai pekerjaan, kerja sama dan terutama tentang hubungan interpersonal. sebab munculnya masalah komunikasi belum tentu karena tidak ada iktikad untuk berkomunikasi, melainkan bisa jadi medium yang tepat untuk memfasilitasnya saja yang belum ada

Sebenarnya banyak cara yang dapat dilkukan untuk mengatasi konflik yang terjadi di tempat kerja. Berikut ini adalah cara-cara mengatasi konflik di tempat kerja.
Hindari sumber konflik
Setelah kita berhasil mengidentifikasi indikator konflik maka sedapat mungkin kita harus menjauhkan atau menghindari sumber konflik.
1) Netralisasi sikap
Bahwa sikap memihak pada salah seorang atau golongan yang sedang berselisih akan mempertajam perselisihan konflik tersebut. Maka sikap yang paling tepat adalah netral atau tidak memihak dan bahkan diusahakan untuk menjadi mediator di dalam mengatasi konflik tersebut.
2) Mengubah sikap
Kemungkinan terjadinya konflik dapat disebabkan oleh sikap salah seorang anggota kelompok atau organisasi yang dirasa tidak tepat oleh anggota/kelompok lain. Jika hal ini terjadi maka kita harus cepat dan tanggap untuk mengubah sikap kita.
3) mengurangi perbedaan yang ada
Salah satu penyebab terjadinya konflik adalah
karena adanya perbedaan pandangan atau kepentingan diantara anggota organisasi atau perusahaan. Oleh karena itu kita harus berupaya untuk mengurangi adanya perbedaan-perbedaan tersebut, dan bahkan sedapat mungkin mengubah perbedaan tersebut menjadi sinergi yang akan mendorong tercapainya tujuan organisasi.
4) memecahkan masalah bersama-sama
Suatu masalah akan dapat diatasi dengan baik, jika semua elemen atau pihak yang berada dalam organisasi tersebut dilibatkan dan berpartisipasi untuk mengatasi permasalahan atau konflik yang terjadi. Oleh karena itu kita harus menghindari terjadinya konflik di tempat kerja, bahkan indikasi konflik hendaknya diusahakan untuk diubah menjadi kerja sama.

By: IPMMAMZAPO

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s